Perluas dan Perbesar Gerakan Perempuan Melawan Diskriminasi dan Perampasan Tanah -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Perluas dan Perbesar Gerakan Perempuan Melawan Diskriminasi dan Perampasan Tanah

Redaksi
3/8/19




Lombok Timut,Lombokfokus.com-Dalam memperingati hari besar dan bersejarah (Hari Perempuan Internasional) yang ke-108 kali ini, 12 organisasi diantaranya Serikat Perempuan Indonesia (SERUNI), BEM Universitas Gunung Rinjani (UGR), SIMIK, Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Pusat Kebudayaan Baru (PUSKEBA), BEM Fakultas Dakwah IAIH, Sanggar Seni Kapas Putih, Sangar Narariawani, Pemuda Baru Indonesia (PEMABRU), BEM Universitas Hamzanwadi, Front Mahasiswa Nasional (FMN) yang tergabung dalam aliansi Front Perjuagan Rakyat (FPR) menilai bahwa perempuan hari ini dalam keadan yang tidak baik-baik.

Gerakan buruh pabrik perempuan yang militan di amerika, New York dengan gigih dan berani turun kejalan melakukan demontrasi dan menuntut penghapusan diskriminasi terhadap perempuan serta meminta pengurangan jam kerja. Gerakan 8 maret 1857 menjadi titik awal kebangkitan gerakan perempuan yang progresif. Pada tahun 1910, dalam kongres internasional perempuan kelas buruh, Clara Zetkin (pemimpin lembaga perempuan pada partai democrat sosialis Jerman) mengusulkan bahwa tangal 8 Maret harus di peringati sebagai hari perlawanan kaum perempuan kelas buruh dan upaya untuk membangkitkan gerakan pembebasan perempuan dalam garis perjuagan.

Sejak saat itu, pada tangal 8 Maret berkumpul jutaan perempuan dan pendukungnya di berbagai pelosok dunia untuk mengenang 8 Maret 1857 dan membangkitkan gerakan pembebasan kaum perempuan di seluruh dunia.

Perempuan hinga hari ini masih mengalami diskriminasi upah dan kesempatan kerja. Misalkan pemerintah merilis perbandingan rata-rata upah antara buruh laki-laki dan perempuan (februari 2018) di sektor industry laki-laki mendapat upah rata-rata 2.900.000, sementara perempuan hanya 2.200.000, kesenjangan upah laki-laki dan perempuan mencapai 32%.

Di sektor buruh tani baik pertanian sekala besar, perkebunan, buruh tani laki-laki sebesar 1.930.000 dan perempuan 1.140.000. dalam hal kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) laki-laki berjumlh 83,05%, lebih tingi dari pada perempuan yaitu 50,89%. Namun pada sektor buruh mingrant atau/TKI Menurut data BPS NTB tahun 2017 jumlah penduduk NTB berjumlah 4,955,578 dan jumlah perempuan NTB lebih banyak dari pada laki-laki (perempuan: 2,550,498 dan laki-laki: 2,405,080) dan mayorotas dari buruh migrant bersal dari kaum perempuan.

Berikut jumlah dan penempatan TKI dominan asal NTB tahun 2017 :

1.Malaysia Jumlah keseluruhan 21,443 orang laki-laki 20,465 Perempuan 978 orang.
2. Hongkong Perempuan 1,449 orang Tidak ada laki-laki
3. Brunei Darussalem Jumlah keseluruhan 1,076 orang Laki-laki 61 orang Perempuan 1,015 orang.
4.Uni Emirat Arab Jumlah keseluruhan 28 orang Laki laki 1 orang Perempuan 27 orang.
5.Taiwan Keseluruhan 901 orang Laki laki 21 orang Perempuan 880 orang.

Tidak sampai disitu, akibat kemiskinan yang akut, pendidikan yang terbelakang dan mahal membuat perempuan terjebak dalam pernikahan dini. Para orang tua tidak lagi punya pilihan bagaimana melepas beban keluarga yang makin hari makin terhempit oleh kemiskinan. Maka jika ingin mengakhiri pernikahan dini, menjadi penting juga untuk mengakhiri kemiskinan dan memberikan akses pendidikan seluas-luanya bagi masyrakat untuk membagun kebudayaan yang maju. 

Rata- rata perkawinan dini perempuan usia 10 tahun keatas kabupaten Lombok timur thn 2013-2017
2013 : Sebanyak:19.04%
2014 : Sebanyak:19.12%
2015 : Sebanyak:19.82%
2016 : Sebanyak:19.14%
2017 : Sebanyak:19.41%

Di tengah kondisi perempuan hari ini dibawah dominasi system setengah jajahan dan setengah feudal, maka tidak ada cara lain bagi perempuan Indonesia selain dengan menyatukan diri dalam organisasi. Organisasi adalah wadah yang efektive bagi perempuan untuk menempa diri dengan teori-teori dan praktik yang maju. Dan menjadikan organisasi sebagai tempat belajar, berorganisasi dan berjuang.

Melalui momentum peringatan hari perempuan yang ke-108 Front Perjuagan Rakyat menyampaikan hasil kajian dan analysis terkait kondisi masyrakat Indonesia terkhusus perempuan hari ini, Front Perjuagan Rakyat menyatakan sikap dan menuntut.

1.Usir PT. Sadana Arif Nusa dari Sambelia dan kembalikan tanah masyrakat Lengdang Tengak.
2.Usir PT. Sembalun Kusuma Emas dan TNGR
3.Bebaskan Amak Har an pak Sarapudin tanpa syarat.
4.Hentikan intimidasi dan kekerasan terhadap perempuan.
5.Cabut UU PT no.12 tahun 2012 6.Wujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratik, dan mengabdi kepada rakyat 7.Hentikan segala bentuk liberalisasi, komersialisasi, dan privatisasi dam dunia pendidikan.
8.Turunkan biaya SPP di kampus Universitas Hamzanwadi 9.Berikan kebebasan berserikat, berpendapat, dan berekspresi dalam kampus 10.Hentikan kekerasan seksual dalam dunia pendidikan.