PMII Diambang Fitnah,Namun Takkan Goyah -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

PMII Diambang Fitnah,Namun Takkan Goyah

Redaksi
3/27/19
 Penulis:Muhammad Fadaullah
      (Koordinator Advokasi HAM dan Lingkungan Hidup,   Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia)


OPINI,LombokFokus.com-Polemik antar organisasi pemuda dan mahasiwa belakangan ini marak terjadi. Salah satunya yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, yang difitnah bertubi-tubi oleh beberapa organisasi pemuda dan mahasiswa lainnya.

Kader Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (Majelis Penyelamat Organisasi), pada saat orasi menolak kedatangan Jokowidodo, Jumat, 22 Maret 2019 lalu. Dalam orasinya, ia menyatakan bahwa PMII ialah organisasi uang serta kadernya penuh dengan kedunguan. Belum lagi fitnah yang datang dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyyah melalui pres realese media on-line, bahwa PMII ialah Organisasi budak Presiden.

Fitnah serta ujaran kebencian yang sangat keji ini, tidak serta merta membuat kader PMII goyah, karena pada dasarnya PMII tetap utuh mengawal ke-Islaman (Rahmat al-Alamin) dan Kebangsaan (Hubbul Wathon Minal Iman), melalui kualitas serta kuantitas kadernya.
Pada era ke-Presidenan Jokowidodo, PMII tidak segan-segan mengawal pemerintahan agar bersih dari sarang Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), serta memberikan kritik autokritik pada pemerintah agar tidak terhegemoni dengan kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat jelata, kemudian daripada itu PMII sebagai pengawal ideologi bangsa yakni Pancasila, serta menjadi tembok kokoh meleburkan Hizbut Tahrir Indonesia (khilafah) yang mencoba merubah sistem pemerintahan demokrasi menjadi Negara Islam.

Hiruk pikuk organisasi pemuda dan mahasiswa tak bisa membendung semangat baru Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), pada aspek sistem Pemerintahan yang sah, karena melihat beberapa kader alumni PMII mampu mengisi ruang-ruang strategis, baik menjadi Mentri, Gubernur, dan lain sebagainnya. Oleh karena itu, secara sistemik kecemburuan itu muncul dari oknum-oknum yang tidak mampu menduduki kursi penting tersebut, sehingga berani memprofokasi dan menjatuhkan elektabilitas PMII melalui media masa ataupun media nyata.

Pada kancah Nasional, kegiatan PMII sering dihadiri oleh petinggi-petinggi Negara, salah satunya Presiden Jokowidodo serta para mentri kabinetnya, karena bukan hal yang tidak mungkin, anggapan mereka bahwa PMII ialah salah satu organisasi terbesar di Indonesia yang mesti dikawal balik oleh Pemerintah sejak keberadaannya pada tahun 1960-an, sekali lagi ini dilihat dari kualitas dan kuantitas kader PMII.

17 April ialah hal yang monumental (bersejarah) bagi PMII, sebab ini bukan saja tanggal dan bulan dimana PILEG dan PILPRES akan berlangsung, tetapi juga ia merupakan masa dimana keberadaan dan eksistensi PMII berdiri kokoh hingga sekarang ini. Belum lagi, terdapat banyak kader PMII yang mencalonkan diri sebagai Calon Anggota Legislatif pada tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, bahkan RI, bukan hal yang tidak mungkin nilai sakral kelahiran PMII sangat dapat membubuhi para anggota dan kadernya yang maju dalam Pemilihan Umum PILEG yang akan datang, sehingga mereka mampu meraih hajatannya dan duduk sebagai Legislator yang sah.

Oleh karena itu, kejayaan PMII tak bisa dirubuhkan oleh siapapun dan organisasi manapun kecuali kekuatan Allah SWT.
Mengira dengan kedengkian fitnah yang dibuat oleh sekelompok ormawa itu ialah hal yang sangat spektakuler hingga menjatuhkan harkat dan martabat PMII, Oh tidak sama sekali. Bahkan dengan sikap ria dan sombongnya yang akan menghantarkan ia jatuh pada jurang durjana.

Adalah sebuah kekuatan Ilahiyyah pada organisasi berlambang perisai bintang sembilan dengan hiasan warna Biru serta Kuning memukau, yang di dalamnya berisikan nilai ke-Islaman yang dijunjung tinggi.

Adalah sebuah kekuatan semangat kebangsaan (Nasionalisme), karena termaktub di dalamnya sebagai simbol (Nusantara) Indonesia yang ber-Bhineka Tunggal Ika.

Sayang seribu sayang, fitnah kebencianmu tak membuat PMII hina di Mata Tuhan serta alam dan seisinya.Kader PMII Bersatu.