Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Pemuda Harus Menjadi Garda Terdepan Dalam Ajang Pemilu 2019 -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Pemuda Harus Menjadi Garda Terdepan Dalam Ajang Pemilu 2019

Redaksi
3/24/19


Mataram,  - Pengurus Koordinator Cabang (PKC)  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)  Bali-Nusra menyelenggarakan Kegiatan seminar pemilu yang mengangkat tema tentang “ meningkatkan kesadaran masarakat dalam meggunakan hak pilihnya di tahun 2019 “ berlangsung dengan lancar dan edukatif. Kegiatan yang berlokasi di gedung PGRI NTB pada hari Senin, (25/3)
dihadiri oleh para narasumber dari kalangan Bawaslu ( Umar Ahmad Set), KPU (Agus Salim)  dan Akademisi (Dr. Kadri) serta 105 orang peserta dari berbagi lapisan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut Ketua  PKC PMII NTB Aziz Muslim menyampaikan  pentingnya anak muda membantu KPU dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas. Hal ini disebabkan oleh beberapa fenomena yang menguap ke permukaan seperti banyak oknum yang menganjurkan masyarakat untuk menjadi golput dan penggelindingan isu untuk tidak percaya pada penyelenggara pemilu.

“ pemilu merupakan buah dari reformasi yang pada zamannya diraih dengan penuh pengorbanan dari senior-senior kita, peran kita sekarang dalah bagaimana menjaga pemilu ini jauh dari intrik-intrik kejahatan seperti hoax, money politik dan kampanye hitam “

"Pemerintah sebagai operator utama dalam pemilu ini seharusnya juga paham apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam pemilu ini sehingga bisa bergandengan tangan untuk bersama-sama menciptakan pemilu berintegritas “ lanjutnya

Pernyataan diatas dibenarkan oleh kepala kesbangpoldagri yang diwakili oleh bapak Normal Suzana, SH dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kaum muda itu harus menjadi pelopor dalam pelaksanaan pemilu di tahun ini. Kepeloporan tersebut dapat dibuktikan dengan berdiri paling depan untuk melawan segala macam hoax dan money politik di masyarakat.

Lebih lanjut lagi,  Agus Hilman menjelaskan bahwa Demokrasi merupakan ajang ceria masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya serta mengawasi berjalannya Demokrasi yang sehat. 
"Karena pemilu merupakan ajang 5 tahunan maka bukan hanya dihajatkan untuk memilih pemimpin tetapi bisa dijadikan sebagai ajang yang ceria bagi seluruh masyarkat indonesia. hal tersebut dapat dilakukan dengan membuat banyak event-event ceria dalam pelaksanaannya dan dalam event tersebut diselipkan pesan-pesan edukatif kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan mengawasi jalannya pemilu di tahun ini" Terangnya.

Hal ini disampikan oleh Agus Hilman dari KPU dalam materi yang disampaikan yaitu “ ajang pemilu harus dijadikan sebagai ajang hiburan bagi masyarakat disamping juga untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, hal ini akan memberikan nilai tersendiri bahwa ajang pemilu tidak hanya berbicara masalah politik saja tetapi bisa juga menjadi panggung hiburan yang edukatif bagi masyarakat “

Kegiatan seminar ini ditutup dengan pemberian plakat sebagai kenangn-kenangan dari panitia dan lahirnya komitmen bagi semua peserta untuk sama-sama mensukseskan pemilu serentak di tahun 2019 ini.