Forum Literasi Cendikia Gumi Lauk Peringati Hari Buku, Lakukan Gerakan Festival Gerakan Ayo Membaca -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Forum Literasi Cendikia Gumi Lauk Peringati Hari Buku, Lakukan Gerakan Festival Gerakan Ayo Membaca

Redaksi
4/27/19

Lombok Tengah - Memperingati Hari Buku Sedunia, Forum Literasi Cendikia Gumi Lauq Kec. Praya Barat, Kab. Lombok Tengah, NTB menggelar Festival Hari Buku Sedunia.

Kegiatan Festival tersebut menjadi salah satu bentuk gerakan Praya Barat ayo membaca.

Ahmad Mujitahid, SH Koordinator kegiatan tersebut menjelaskan berbagai kegiatan telah dipersiapkan oleh teman-teman Forum Literasi Cendekia Gumi Lauq diantaranya pawai/kampanye Praya Barat ayo membaca yang diikuti anak-anak dari 10 TBM dengan rute bypass sampai Kantor Kecamatan Praya Barat, lapak buku gratis di Lapangan Tastura Praya mulai tanggal 23-30 April 2019, menggambar, mewarnai dan mendongeng.

"Pawai Kampanye Praya Barat Ayo Membaca diperkirakan diikuti kurang lebih 500 peserta, jadi nantinya masing-masing TBM mengirimkan peserta 50 anak ditambah peserta dari siswa-siswi SDN dan MI yang berada di Kec. Praya Barat" Ujar Ahmad Mujitahid

Lebih lanjut Muji juga menjelaskan untuk memeriahkan Festival ini kami juga mengundang TBM lain yang berada di Kab. Lombok Tengah dan Kota Mataram, Perpustakaan Kab. Lombok Tengah, Pemerintah Kecamatan Praya Barat dan Pemerintah Desa Penujak dll.

Beberapa pihak banyak yang mendukung kegiatan festival ini diantaranya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Lombok Tengah, Pemerintah Kec. Praya Barat, Pemerintah Desa, Penggiat literasi buku ini aku pinjam Kota Mataram, stasiun TV dan radio.

Momentum peringatan Hari Buku Sedunia ini menunjukkan kian maraknya budaya literasi dikalangan anak-anak dan masyarakat. Maka kedepannya diharapkan menginspirasi berdirinya TBM lainnya di Kab. Lombok Tengah dan dapat mempermudah masyarakat untuk mendapatkan buku bacaan dengan gratis.

"Melalui Festival Hari Buku Sedunia ini diharapkan para pemuda agar tergerak untuk berkontribusi kepada lingkungannya dengan mendidik anak-anak agar tidak tergilas oleh zaman yang serba digital sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mendekatkan anak-anaknya dengan buku selain itu juga untuk membangun tradisi membaca di kalangan anak-anak” Ujar Alumnus UIN Mataram tersebut.
(Yopi)