Tingkatkan Partisipasi Pengawasan Pemilu, BAWASLU bersama KPP Gelar Sosialisasi -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Tingkatkan Partisipasi Pengawasan Pemilu, BAWASLU bersama KPP Gelar Sosialisasi

Redaksi
4/4/19

Lobar, LombokFokus.Com- Badan pengawas pemilu (BAWASLU) Propinsi NTB kerjasama dengan Komunitas partisipasi publik (KPP) gelar sosialisasi pengawasan partisipatif di tengah tengah masyarakat pedesaan di Yayasan Al-Mukmin Kerangkeng Desa banymulek Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. Jumat (05/04/19) 
Kegiatan ini hadir langsung oleh Koordinator Divisi Hukum Bpk Suhardi, SH, MH dan tim rombongan TP3.
50 warga dari segmen ibu ibu setempat tanpak antusias mengikuti semua porses Acara yang merupakan bagian dari Pemilu 2019 ini.
"Ibu-ibu perlu tahu tentang apa itu pemilu dan siapa yang bertanggung jawab dalam segala tahapan" kata Syamsul Hadi ketua KPP dalam sambutannya.
Ia menambahkan peranan ibu-ibu sangatlah penting dalam kehidupan sosial ke-masyarakat-an termasuk juga di dalam pemilu. Segmen Ibu-ibu bisa menjadi salah satu alternatif dan bahagian penting dalam pemilu khusus nya mengawasi pemilu dari bahaya hoax, Mony politic maupun black company yang merupakan ancaman dari demokrasi.
"Kita ketahui sendri akhir-akhir ini adanya sebagai kecil dari masyarakat yang mulai membangun opini di media sosial bahwa publik soal tidak percaya dengan BAWASLU KPU" ujar Mahasiswa Pascasarjana UNRAM ini
Karena itu lanjut Syamsul sapaan akrabnya mengajak masyarakat khususnya yang hadir menjadi perserta agar sama-sama percaya kepada penyelenggara pemilu.
Ibu Ida Ayu Wayan Manik Kurniawati, S.STP, MH selalu moderator acara mengapreasi kehadiran ibu-ibu, Karen ibu-ibu menurut Kasubag TP3 Bawaslu NTB ini paling "cerewet" yang kemudian bisa diharapkan memiliki andil dalam pengawasan partisipatif.
Sementara anggota BAWASLU NTB Bapak Suhardi, SH, MH dalam materinya menyampaikan bahwa memilih adalah Hak setiap warga negara
Tidak ada salahnya juga ibu-ibu tidak memilih karena bukan kewjiban melain kan hak.
Tapi jika tidak menggunakan Hak pilihan nya maka ibu-ibu lah yang rugi karena TIdak ikut memilih kelada Calon pemimpin yang ibu semua percaya.
Perlu ibu-ibu ketahui lanjutnya juga bawah Pemilu bukan hanya sekedar memilih tapi memilih itu adalah memilih orang yang melayani masyarakat untuk jangka panjang.
"Memilihlah ibu-ibu atas kepercayaan kepada calon, jangan karena uang" kata Mantan Anggota KPU lombok Barat dua periode ini.
Di samping itu hardi sapaan akarabnya meminta kepada ibu-ibu yang menjadi peserta untuk menolak mony politik. Karena baginya itu adalah bagian dari menjual harga diri dan bila mana calon itu terpilih kemudian korupsi maka nanti semua akan ikut berdosa akan dampaknya terhadap bangsa negara.
Di akhir acara juga sesi tanya jawab dan ibu-ibu pun tampak antusias bertanya.