APPM-NTB Tolak People Power -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

APPM-NTB Tolak People Power

Redaksi
5/13/19

Mataram, Melihat kondisi politik Nasional yang memanas pasca Pemilu 17 April 2019 yang marak diperbincangkan di media masa maupun media nyata, dengan adanya isu people power sebelum pengumuman resmi KPU RI di tanggal 22 Mei 2019, serta tidak mempercayakan netralitas penyelenggara Pemilu oleh salah satu tim pemenangan Capres/Cawapres RI.
Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Nusa Tenggara Barat (APPM-NTB), angkat bicara soal isu tersebut.
Muhammad Fadaullah selaku Ketua Umum APPM-NTB menyatakan bahwa People Power merupakan misi elit politik nasional untuk mencapai tujuan menumbangkan pemerintahan yang sah, dengan mendorong kekuatan masa melakukan kegiatan aksi demonstrasi serta menyuarakan ketidakpercayaan mereka terhadap isu tidak netralnya penyelenggara PEMILU. Maka dengan tegas kami menolak adanya People Power, ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyatakan, kami telah melakukan kajian internal terkait adanya gerakan people power, dan kami menyimpulkan bahwa agenda tersebut merupakan embrio dari pecahnya persatuan, kesatuan, kerukunan, kedamaian, antar umat beragama, berbangsa, dan bernegara di Republik Indonesia, sebab di dalamnya ada kepentingan tokoh politik nasional bahkan internasional yang ingin menguasai Republik ini dengan jalan dan cara yang inkonstitusional, ungkapnya.

Sudahilah profokasi politik dengan dogma isu SARA, sebab keamanan, ketentraman, dan kedamaian Rakyat yang plural ini lebih utama dan di atas segala-galanya. Jangan gadai Rakyat hanya karena kepentingan politik sesaat. Pilpres sudah usai, jangan adalagi perpecahan dan perseteruan hanya karna perbedaan pandangan politik, tutur Fadhil sapaan akrabnya.

Kemudian daripada itu ia mengungkapkan bahwa kami sangat mengapresiasi kinerja Penyelenggara PEMILU (KPU dan BAWASLU), dalam menjalankan tugas agar PEMILU berjalan dengan LUBER dan JURDIL, dan mempercayakan sepenuhnya hasil pengumuman KPU RI, siapapun Presiden dan Wakil Presiden yang akan memimpin Indonesia 5 tahun ke depan. Lebih-lebih dengan ratusan anggota KPPS yang meninggal dunia dalam mengkawal kegiatan Pemilu, itu patut kita berikan gelar sebagai Kesatria atau Pahlawan Demokrasi, imbuhnya.

Maka dari itu Muhammad Fadaullah alias Fadhil, mewakili jajaran kepengurusan APPM-NTB, menyatakan sikap

1. Menolak adanya gerakan People Power karena dinilai sebagai gerakan inkonstitusional yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa hanya karena perbedaan pilihan politik semata.
2. Meminta kepada elit politik nasional dan daerah, agar memberikan arahan politik yang merangkul bukan memukul, yang ramah bukan pemarah.
3. Meminta kepada Masyarakat agar tidak terprovokasi dengan adanya isu gerakan people power yang didalamnya syarat muatan politik kepentingan sesaat.
4. Percayakan sepenuhnya pada keputusan Penyelenggara Pemilu (KPU BAWASLU) dalam mengumumkan pemegang tahta Presiden dan Wakil Presiden RI.
5. Junjung tinggi kinerja serta netralitas penyelenggara Pemilu (KPU BAWASLU).
6. Jaga Persatuan, Kesatuan, Kerukunan, Toleransi, antar umat beragama, berbangsa, dan bernegara.