Ketua HIPMI NTB: Jadi Saya Tegaskan, Kalau Tidak Mau Membantu HIPMI Ya Silahkan. Tapi Jangan Ganggu HIPMI -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Ketua HIPMI NTB: Jadi Saya Tegaskan, Kalau Tidak Mau Membantu HIPMI Ya Silahkan. Tapi Jangan Ganggu HIPMI

Redaksi
5/16/19

MATARAM, LombokFokus.Com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi NTB menggelar Rapat Badan Pengurus Lengkap (BPL) Diperluas, dirangkaikan dengan buka puasa bersama, Kamis (16/5) di Lombok Astoria Hotel, Kota
Mataram.

Rapat dihadiri para pengurus HIPMI NTB, para Ketua Badan Pengurus
Cabang (BPC) Kabupaten dan Kota sewilayah NTB, jajaran Dewan
Penasehat, dan para pengusaha muda anggota HIPMI NTB.

Ketua BPD HIPMI NTB, Sawaluddin mengatakan, rapat BPL Diperluas yang
digelar itu dihajatkan untuk revitalisasi kepengurusan HIPMI NTB,
meningkatkan sinergi dan soliditas antar anggota, untuk meningkatan
kiprah HIPMI NTB ke depan dalam berpasrtisipasi membangun daerah ini.

Ia menegaskan, rapat juga membahas konflik internal yang terkesan
terjadi di tubuh HIPMI NTB yang disebabkab oleh adanya upaya oknum dan
pihak tertentu yang selama ini sengaja melakukan hal-hal yang kontra
produktif dengan semangat perjuangan HIPMI NTB.

"Kita revitalisasi HIPMI ini dari para destroyer yang berusaha
menghambat kemajuan HIMPI NTB. Jadi melalui forum ini juga, kami
menyatakan bahwa segala konflik yang ada di internal HIPMI NTB sudah
berakhir. Sudah tidak ada lagi konflik, tidak ada lagi upaya-upaya
untuk melakukan provokasi," tegas Awenk, sapaan akrab Sawaluddin.

Awenk menekankan, rapat tersebut juga merekomendasikan sanksi bagi
oknum "destroyer", termasuk sampai sanksi terverat berupa pemecatan
dari kepengurusan HIPMI NTB.

Namun, tambahnya, sebagai Ketua BPD HIPMI NTB pihaknya masih
memberikan keringanan jika oknum pengurus yang dinilai melanggar
aturan organisasi itu mau berbenah diri dan kembali untuk membangun
bersama-sama HIPMI NTB.

"Jadi saya tegaskan, kalau tidak mau membantu HIPMI ya silahkan. Tapi
jangan ganggu HIPMI. Mari kita sama-sama fokus berkiprah bagaimana
berpartisipasi dan berkontribusi positif dalam pembangunan daerah ini
ke depan," katanya.

Rapat BPL Diperluas itu juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama.
Awenk mengatakan, hal ini dihajadkan untuk memupuk silaturahmi dan
mempererat semangat bersinergi antar pengurus dan anggota HIPMI NTB
maupun HIPMI di Kabupaten dan Kota sewilayah NTB.

Sebagai Ketua HIPMI NTB, Awenk menegaskan, pasca berakhirnya masalah
dan konflik internal HIPMI maka prioritas HIPMI NTB ke depan adalah
menciptakan setidaknya 1000 wirausahawan baru di Provinsi ini, seperti
yang menjadi visi dan misi sebelumnya.

Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menurutnya masih menjadi
sektor potensial untuk pengembangan wirausaha baru tersebut.

"Ini yang akan kita dorong. HIPMI NTB akan lebih fokus menciptakan
peluang bagi wirausaha-wirausaha baru. Hal ini kami rasa penting dan
strategis, untuk menunjang perekonomian di daerah ini yang masih belum
stabil pasca bencana gempa tahun lalu," katanya.

Dewan Penasehat HIPMI NTB, Bari Jadid  mengatakan, HIPMI ke depan
harus fokus pada program-program kerja yang sudah disepakati bersama.

Peran HIPMI harus lebih dimunculkan dan benar-benar menyentuh
masyarakat NTB secara umum. Tak perlu lagi ada konflik-konflik
internal yang dirasa tidak perlu.

Ia pun mengapresiasi Sawaluddin sebagai nahkoda HIPMI NTB yang sudah
bersikap dan bertindak tepat dengan menggelar Rapat BPL Diperluas
tersebut.

"Riak-riak dalam berorganisasi tentu ada saja, tapi apa yang dilakukan
Ketua HIPMI NTB ini sudah bisa menemukan solusinya. Saya katakan,
ibaratnya di laut jika tidak ada badai atau gelombang besar tidak
mungkin tercipta pelaut-pelaut yang handal. Begitu juga HIPMI,
riak-riak internal harus diselesaikan dan menjadi pemicu untuk lebih
bersinergi dan maju bersama ke depan," tukasnya.