Zaman Telah Berubah dari Era kompetisi menuju Era kolaborasi -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Zaman Telah Berubah dari Era kompetisi menuju Era kolaborasi

8/6/19
Sebagai salah satu wahana pembentuk karakter bangsa, sekolah adalah lokasi penting dimana para "Nation Builders" Indonesia diharapkan dapat berjuang membawa negara bersaing di kancah global. Seiring dengan derasnya tantangan global, tantangan dunia pendidikan pun menjadi semakin besar, hal ini yang mendorong para siswa mendapatkan prestasi terbaik.



    Namun, dunia pendidikan di Indonesia masih memiliki beberapa kendala yang berkaitan dengan mutu pendidikan diantaranya adalah keterbatasan akses pada pendidikan, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas guru itu sendiri dinilai masih kurang. Terbatasnya akses pendidikan di Indonesia, terlebih lagi di daerah berujung kepada meningkatnya arus urbanisasi untuk mendapatkan akses ilmu yang lebih baik di perkotaan.



    Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita,ini berarti bahwa setiap manusia Indonesia berhak mendapatkannya dan diharapkan untuk selalu berkembang didalamnya,Pendidikan tidak akan ada habisnya,. Pendidikan secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Sehingga menjadi seorang yang terdidik itu sangat penting.Kita dididik menjadi orang yang berguna baik bagi Negara,Nusa dan Bangsa.



    Pendidikan pertama kali yang kita dapatkan di lingkungan keluarga (Pendidikan Informal), lingkungan sekolah(Pendidikan Formal),dan lingkungan masyarakat (Pendidikan Nonformal).Pendidikan Informal adalah pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar,sejak seseorang lahir sampai mati.Proses pendidikan ini berlangsung seumur hidup.Sehingga peranan keluarga itu sangat penting bagi anak terutama orang tua.Orang tua mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang. Kasih sayang yang diberikan orang tua tidak ada habisnya dan terhitung nilainya.Orang tua mengajarkan kepada kita hal-hal yang baik misalnya, bagaimana kita bersikap sopan-santun terhadap orang lain,menghormati sesama,dan berbagi dengan mereka yang kekurangan.



Beberapa waktu lalu masyarakat Indoensia dikejutkan dengan informasi pemerintah akan mendatangkan rektor baru dari luar negri namun ada yang tidak dipahami oleh masyarakat dimana dalam pernyataannya Mentri riset dan teknologi menjelaskan bahwa, Dalam rangka meningkatkan ranking perguruan tingginya mencapai 100 besar dunia, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir akan mengundang rektor dari luar negeri untuk memimpin Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang paling siap untuk dinaikkan rankingnya.



   Pemerintah menargetkan pada 2020 sudah ada perguruan tinggi yang dipimpin rektor terbaik dari luar negeri dan pada 2024 jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi lima PTN. “(Kita nanti tantang calon rektor luar negerinya) kamu bisa tidak tingkatkan ranking perguruan tinggi ini menjadi 200 besar dunia. Setelah itu tercapai, berikutnya 150 besar dunia. Setelah ini 100 besar dunia ungkap Menristekdikti.



   Pemerintah menargetkan 2020 sudah ada satu perguruan tinggi di Indonesia yang dipimpin rektor terbaik luar negeri. Ditargetkan pada 2024, ada lima perguruan tinggi Indonesia yang dipimpin oleh rektor luar negeri.

“Kita baru mappingkan, mana yang paling siap, mana yang belum dan mana perguruan tinggi yang kita targetkan (rektornya) dari asing. Kalau banyaknya, dua sampai lima (perguruan tinggi dengan rektor luar negeri) sampai 2024. Tahun 2020 harus kita mulai,” ungkap Menristekdikti.



   Sudah jelas bagaimana maksud dan Tujuan dari Menristekdikti namun masyarakat seolah di otak Atik pemikirannya dan dilakukan penggiringan Opini oleh segolongan kelompok yang memiliki tujuan tertentu, dalam pernyataan diatas Menristekdikti menjelaskan  akan mendatangkan Dosen asing kesetiap Universitas yang sudah siap dinaikan rengking perguruan tinggi ke 100 besar dunia dan Menristekdikti jugak akan menantang Rektor asing untuk menaikan rangking ke 100 Dunia, bisa dipahami bahwa Menristekdikti menantang yang artinya jika berhasil maka akan dilanjutkan dan jika tidak akan dihentikan. Menristekdikti jugak menjelaskan Bahwa 2020 harus ada satu perguruan tinggi yang di pimpin oleh rektor terbaik dari Luar Negri dan jika 2024 ditargetkan ada lima rektor dari luar negri maka 2020 harus sudah dimulai ungkapnya. Dalam penjabaran diatas  sudah jelas maksud dan tujuannya untuk memajukan rangking Dimata dunia dan yang akan diimpor itu masih dalam perencanaan cuman lima orang dari tahun sekarang sampai 2024 dan seterusnya Tidka mungkin dilanjutkan karna beda presiden beda kebijakan.