Dialog Interaktif PKC PMII Bali-Nusra Menangkal Bahaya Narkoba -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Dialog Interaktif PKC PMII Bali-Nusra Menangkal Bahaya Narkoba

9/17/19


Mataram,  - Pada hari Rabu tanggal 18 September 2019 bertempat di Kedai TnT jalan Majapahit Kota Mataram jam 09:20 telah dilaksanakan Dialog Interaktif oleh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bali Nusra dengan tema " Menangkal Bahaya Narkoba"

Acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 100 orang kaum generasi millenial, diantaranya dari Perwakilan Bem UIN Mataram, Perwakilan Bem Unram, Pengurus PMII Rayon Sekota Mataram, dan Pengurus Cabang PMII Kota Mataram.

Turut pula hadir dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber yakni :
1.Kombes. Sujarwoko, S.IK,. S,H. M.H. (Direktrur Narkoba Polda NTB)
2. Abdul Majid  (Kepala BAANAR NTB)
3. Irfan (Kasi BNN).

"dinas-dinas saja tidak steril apalagi kalangan pemuda dan mahasiswa, kemarin di DPR ada enam orang tidak hadir. itu patut kita curigai".ungkap Aziz Muslim (Ketua PKC PMII Bali-Nusra) Dalam sambutannya.

"perlu BNN kerjasama dengan pemerintah untuk mengecak di dinas untuk menangkal bahaya narkoba".Tambah Aziz Muslim

"Didompu dan dibima sudah jadi konsumsi anak SMA.kita penting ingatkan pemerintah, dibeberapa instansi dan dinas tidak memungkinkan ada hal yang kita takutkan".ungkap Hamzan Wadi, S.Pd. selaku moderator.

"banyak sekali yang memakai narkoba, dari narkoba menuju tindakan kriminal. para pemuda pengangguran yang menggunakan narkoba tidak punya uang akan berusaha mencari modal beli narkoba karena kecanduan" Tambah Hamzan Wadi, S.Pd.

"saya bertugas diberikan kepercayaan menjadi Direktur Narkoba. Narkoba itu zat adiktif, ada yang terbuat dari zat kimia dan tumbuhan. cara kerja Narkoba akan menekan otak sadar kita. fungsi dari narkoba menekan otak sadar dan yang dominan otak bawah sadar, sehingga banyak perilaku yang tidak normal, orang akan kuat kerja jika mengkonsumsi sabu. namun setelah selesai efek obat akan merasakan kelelahan dan kesakitan." Papar Kombes. Sujarwoko, S.IK,. S,H. M.H

"saya sangat bangga dengan munculnya organisasi dan komunitas yang menentang bahaya narkoba" Tambahnya.

Beberapa waktu lalu telah dilakasnakam pemeriksaan kepada instansi dan dinas2 di NTB, dan ada salah satu anggota dewan positif narkoba, melalui  pemeriksaan tes urin.

Diketahui bahwa dari bulan Agustus sampai September 437 kasus narkoba sudah kita ungkap, rata-rata yang tertangkap banyak usia pelajar. sasaran empuk para bandar yakni pelajar dan mahasiswa.

perang dunia saat ini bukan perang senjata tapi perang candu. Indonesian negara maju banyak negara yang iri dengan bangsa Indonesia termasuk bangsa yang besar.  narkoba sasarannya Indonesia karena banyak masyarakat yang doyan mengkonsumsi narkoba.

Soal pemberantasan, bahwa direktorat Polda NTB berkomitmen pementasan narkoba mulai dari diri sendiri mulai dari intansi sendiri, kalian bisa cek beberapa anggota saya yang diproses. hari ini saya buktikan bahwa empat orang kita proses.

"tadi malam kami menangkap anggota polres yang memakai narkoba, saya pastikan dia dipecat" Pungkas Kombes. Sujarwoko, S.IK,. S,H. M.H

"keinginan pemerintah daerah di NTB Untuk mengurangi peredaran narkoba akan tetapi anggaran sosialisasi sangat sedikit  tidak heran kita melihat berita penangkapan dan lainnya. ini yang paling bahaya di Lombok tengah." Ungkap
Abdul Majdi (Kepala BAANAR NTB).

"susahnya sosialisasi bahaya peredaran narkoba karena anggaran minim, bisa di cek di APBD. anggaran ke pendidikan sangat tinggi karena pola pikir masyarakat jika sudah pintar pasti tidak pakai narkoba akan tetapi para bandar tidak pandang bulu" Tambahnya.

"tidak menutup kemungkinan bahwa Lombok tengah adalah pintu masuk narkoba perlu kita antisipasi. tidak cukup dua institusi untuk pencegahan perlu bantuan dari masyarakat. mari dorong masyarakat untuk bebas narkoba. bagi pecandu atau pemakai untuk mendapatkan haknya untuk di rehabilitasi baik secara medis maupun sosial". Ungkap Irfan (Kasi BNN) Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat.

banyak sekali media yang bisa saja dimanfaatkan untuk mengedarkan narkoba, kita perlu antisipasi hal tesebut. misalkan rokok, rokok Vape dll. modus peredaran narkoba sekarang sudah masuk desa-desa. desa menjadi obyek para peredaran narkoba. ketika sudah beredar itu menjadi pangsa pasar dan akan menjadi besar" Pungkasnya.