Kreatif. Taman Baca Alam Daur Manfaakan Sampah Sebagai Media Penarik Minat Belajar Anak-anak -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Kreatif. Taman Baca Alam Daur Manfaakan Sampah Sebagai Media Penarik Minat Belajar Anak-anak

10/30/19
LOTENG - Kreatifitas tanpa batas..., yaa...itulah kata yang pantas bagi mereka para volunteer di sebuah taman baca anak-anak bernama Alam Daur terletak di Dusun Sinte, Desa Batujai. Mereka selalu punya ide-ide kreatif untuk menarik minat belajar anak-anak yg berada di dusun Sinte. Sejatinya anak-anak tidak akan mau belajar sampai dia mau untuk belajar, begitulah memang dunia anak-anak. Namun seperti yang penulis katakan bahwa, para Volunteer sangatlah kreatif sehingga minat belajar anak-anak semakin tinggi.

Taman Baca Anak (TBA) Alam Daur ini didirikan pada 25 Oktober 2018, tepat satu tahun lalu. Alam Daur di Dusun Sinte ini menjadi pelopor TBA pertama di Desa Batujai. Dan pada tanggal Oktober 2019 lalu, para volunteer, anak-anak, dan masyarakat dusun Sinte bekerjasama untuk menyambut dan memeriahkan Hari Jadi Alam Daur ini. “Sejauh ini sangat banyak sekali manfaat yg didapatkan dengan keberadaan Taman Baca Anak ini” tukas Kepala Dusun Sinte yg juga hadir dala kegiatan tersebut.

Pendirian TBA ini sendiri dilatarbelakangi dengan pengalaman nyata sang Pembina sekaligus Founder dari TBA ini sendiri. Dalam acara hari jadi Alam Daur, Aprillah (Pembina & Founder) memberikan ulasan mengenai Alam Daur, Sang Pembina bercerita tentang masa kecilnya yg sangat minim sekali dengan pendidikan, “yaa kalo kita gak ke sekolah mungkin kita gak akan belajar, itupun saya sering bolos dan bersembunyi di perkebunan.” Oleh sebab itulah sang pembina mendirikan Alam Daur ini supaya minat belajar anak-anak dusun Sinte semakin meningkat. Bukan hanya sebagai motivasi belajar bagi siswa, sang Founder yg berlatar belakang Mahsiswa ini juga mengatakan “Alam Daur ini merupakan sebagai tempat teman-teman pemuda untuk mengasah dan mempraktekkan apa yg telah di dapatkan di dunia perkuliahan” ungkapnya.

 foto : Partisipasi dalam kegiatan festival literasi Kabupaten Lombok Tengah

Alam Daur sendiri bergerak dibidang Pendidikan, Seni, dan Budaya. Bergerak dibidang pendidkan memanglah sesuatu yg sangat penting, apalagi untuk anak-anak zaman sekarang. Ditengah kemajuan teknologi yang begitu pesat dan semakin tingginya penggunaan gadget, ini bisa menjadi awal dari kematian pengunaan sekolah dan guru dalam mewujudkan pendidikan dimasa depan. 

Maka dari itu Alam Daur hadir dan memberikan solusi untuk meminimalisirkan penggunaan gadget bagi anak-anak. Konsep yang di gunakan dalam pendidikan Alam Daur ialah konsep SI BATUR  (simak, baca, tutur).  Dengan menyimak anak-anak diharapkan mampu dan terlatih mendengarkan orang berbicara, disamping itu jugalistening skill mereka akan terasah dengan baik. Setelah menyimak, anak-anak diharapkan bisa membaca. Seperti yang kita ketahui bersama, orang-orang Indonesia merupakan pemilik minat baca terendah di dunia dan berada di posisi ke-61 dalam hal minat baca. Maka dari itu, konsep ini sangat tepat untuk digunakan demi menmbuhkan minat baca sejak dini supaya bisa merubah kebiasaan-kebiasaan buruk yg telah mendarah daging dari leluhur. Selanjutnya setelah melatih simak dan baca, anak-anak di Alam Daur dilatih untuk mampu berbicara atu bertutur. Dengan membiasakan mereka menceritakan ulang  ataupun berbicara di depan teman sebayanya, maka mental dan public speaking mereka akan terbentuk sejak dini. Dengan ketiga konsep tersebut semoga memberikan kemajuan bagi adik-adik dalam meningkatkan minat belajar dan menjadi bekal dimasa mendatang.


    foto : bersama adik-adik Alam Daur

Berikutnya dalam pergerakan seni anak-anak diajarkan membuat kreatifitas dalam bentuk membuat topeng, membuat lampion, menggambar, dan yang tak kalah menarik adalah mengunakan sampah dalam membuat kreasi seni yang unik dan indah dipandang mata. Kesadaran terhadap sampah sangatlah minim bagi masyarakat saat ini, banyak kegiatan-kegiatan dan sosialisasi yang dilakukan mengenai penyadaran terhadap pembuangan sampah. Karna memang sangat sulit merubah kebiasaan yg sudah mendarah daging dan secara turun temurun diajarkan dan dipertontonkan kepada anak-anak. Berangkat dari hal tersebut Alam Daur memberikan ruang untuk anak-anak dengan mengajak mereka berkreasi dengan sampah. Dengan cara seperti ini semoga bisa menjadi edukasi dan ditularkan kepada orang-orang disekitar mereka.

Selanjutnya dalam pengenalan budaya. Hal ini ditekankan karna rasa was-was yg timbul dalam melestarikan budaya. Pelestarian budaya ini menjadi hal yang sangat penting, budaya harus diperhatikan dan jangan dianggap sepele ditengah geliat kemajuan globalisasi. Jangan sampai  apa yang menjadi kebudayaan dan ciri khas suatu suku atau suatu daerah itu terkikis karna kurangnya kesadaran dan pengetahuan generasi muda dalam hal budaya. Maka dari itu marilah sebelum terlambat penulis mengajak kita semua untuk memberikan pengetahuan akan pentingnya kebudayaan dalam suatu daerah, bukan hanya pengetahuan tata cara dalam melestarikan juga harus kita ajarkan kepada generasi-generasi emas dimasa mendatang dan itu harus kita persiapkan sejak dini.

Semoga dengan adanya Taman Baca Alam Daur ini bisa menjadi motivasi untuk teman-teman muda lainnya yg berada di seantero nusantara untuk menyebarluaskan virus literasi kepada generasi bangsa. Pengetahuan seni dan pelestarian budaya pun harus kita galakkan kepada adik-adik kita supaya jangan sampai mereka  tak kenal budaya mereka ketika berada diluar daerah atau rantauan mereka kelak.(Bil.hik)