Himpunan Mahasiswa Tastura. Pernyataan Menpora Tentang MotoGP Pindah Ke Jawa Timur Bisa Saja Benar. -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Himpunan Mahasiswa Tastura. Pernyataan Menpora Tentang MotoGP Pindah Ke Jawa Timur Bisa Saja Benar.

11/3/19

Ketua umum Himpunan Mahasiswa Tastura (Himasta), M.Asrihul mawandi mengatakan statement menpora bisa saja benar terjadi dengan pemindahan pembangunan sirkuit moto Gp. Dia menyinggung soal kesiapan pemda belum memadai dan hawatir konflik beberapa tahun lalu kembali muncul.

"Kalo menurut saya, Menpora itu bisa saja benar. Melihat kesiapan dan persiapan pemda lombok tengah belum memadai, terlebih chek in belance antara pemerinta dengan masyarakat tidak ada titik temu karena pembangunan bisa saja terindikasi konflik seperti pembangunan bandara internasional lombok pada beberapa tahun lalu, mustahil moto gp 2021 itu. Bayangkan saja kondisi KEK mandalika apa yang sudah siap, infrastruktur jalan bypass menuju lokasi saja belum tentu bisa jadi dalam waktu setahun ini, sementara pembebasan lahan belum tuntas. bisa jadi pembangunan sirkuit gp ini menjadi khayalan dan mimpi yang kelam bagi cita cita pembangunan pemerintah"

"Jangankan pembangunan moto Gp, kita lihat saja yang di desa wisata. Loteng saja tidak di lirik dalam gelaran lomba program desa wisata nasional yang di gelar oleh Direktorat jendral PPMD. Sehingga narasi khusus untuk mewujudkan eksplorasi desa wisata secara nasional tidak bisa dijalankan, apalagi berbicara internasional seperti pembangunan sirkuit moto Gp" tambah Sekretaris Himasta (Riski Ajhelis)


Panji Ardiansyah juga menambahkan pihak pengelola harus lebih intens lagi berkomunikasi dengan pihak pusat dengan melibatkan organisasi kepemudaan, masyarakat, mahasiswa dan kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)

"Saya rasa ini perlu adanya evaluasi advokasi diskursus dari kalangan pemerintah untuk menyatukan komitmen dalam pembangunan. Dalam hal ini dengan cara merangkul kalangan organisasi kepemudaan,Pokdarwis, masyarakat dan mahasiswa untuk sebagai sosok street publik untuk meyakini pememrintah pusat dalam pengoptimalisasian berjalanya pembangunan. Kita ketahui banyak pemahaman dan tafsir berbeda dalam pandangan kacamata semua elemen dalam pembagunan ini, maka pemerintah daerah  lombok tengah dan provinsi Khsusunya NTB harus diasatukan persepsi untuk bersatu dalam meyakini efek pembagunan yang sedang berjalan"

Penasehat himasta ini juga menanggapi pernyataan bupati Lombok Tengah soal Statment yg tersebar di media.

"Membaca statement Bapak Bupati Lombok Tengah H. Suhaili FT, SH.  Mengenai tidak ada keterlibatan Menpora dalam MoU pembagunan, bisa dikatakan diterima dalam logika berfikir masyarakat.  Di karenakan kapasitas informasi maupun jangkauan masyarakat yang tidak dapat di ukur dalam mengetahuinya. Namun sedikit saya meberikan logika Motor Gp merupakan kegiatan olahraga dan Menpora adalah bagianya"punkasnya(SH)