HIMASTA Sayangkan Aksi Demonstrasi Yang Libatkan Pelajar dan Santri -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

HIMASTA Sayangkan Aksi Demonstrasi Yang Libatkan Pelajar dan Santri

11/21/19

Loteng | Organisasi Mahasiswa yang tergabung dari Himpunan Mahasiswa Tatas tuhu trasna (HIMASTA) menutut Dinas pendidikan lombok tengah dan Kemenag Kabupaten Lombok Tengah untuk menegur dan memberikan tindakan hukum untuk pondok pesantren yang melibatkan santri dibawah umur ikut Demo di kantor DPRD dan Kantor Bupati  Lombok Tengah,  kamis (10/21/2019).

Keramaian Santri dibawah umur dalam aksi demonstrasi menjadikan tolak ukur pendidikan Pondok Pesantren tidak terkontrol.

Penasehat HIMASTA,  Lalu Panji ardiansyah sangat kecewa dan mersa terpukul akan hadirnya para santri dan aksi demonstrasi di kantor DPRD dan Kantor bupati Lombok Tengah.

"Kami dari HIMASTA sempat merasa kagum hadir nya Santri dalam melaksanakan Istigosah di Lapangan Bunder Praya. Hanya saja kami mengira Santri hanya terlibat ketika agenda Istigosah saja,  tetapi ikut dimobilisasi untuk ikut aksi demonstrasi. Ini akan menjadi sorotan  di mata khalayak publik,  bahwa ada kesan yang kurang terdidik untuk anak usia dibawah umur di paksakan turun aksi. Sepatunya yang bertanggung jawab dalam aksi ini,  serta pondok ponpes yang terlibat aksi tidak memaksakan anak-anak Santri untuk terlibat. Saya takut pandangan masyarakat ad kesan poltis didalamnya"

"Bahwa kami dari HIMASTA menuntut pihak-pihak yang bersangkulan untuk mempertanggung jawabkan aksi yang melibatkan para santri dibawah umur,  serta mendorong Dinas Pendidikan,  Kemenag,  maupun Komisi Perlindungan anak untuk menegur bahkan melakukan tindakan hukum pada Lembaga Pondok Pesantren yang melibatkan anak-anak santri dibawah umur untuk aksi."Pungkasnya pendiri Himasta itu "