Tingkatkan Toleransi Ummat Beragama. PKC PMII Bali Nusa Tenggara Gelar Talk Show -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Tingkatkan Toleransi Ummat Beragama. PKC PMII Bali Nusa Tenggara Gelar Talk Show

11/20/19
Foto : Ketua MUI NTB (Frof. H. Saeful Muslim, MM. Ketua PKC PMII Bali-Nusra (Aziz Muslim). Akademisi Universitas Mataram  (Frof. Zainal Arifin, SH, SU) 

Mataram | PMII sampai hari ini dan terus konsisten berbicara kebhinekaan, karena secara social kegamaan NTB tidak hanya Islam, banyak juga saudara-saudara kita yang berkeyakinan lain, sehingga penting untuk kita sebagai kader Muda Islam sama sama menjaga kebhinekaan untuk kemaslahatan bersama dan terciptanya kedamaian sampai dirasakan oleh anak cucu kita.

Akhir-akhir ini juga berbagai kelompok radikalisme telah menunjukkan aksinya dipermukaan yang sampai mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, lagi-lagi kelompok ini bertopeng pada wajah Islam, salah satu contoh terakhir adalah gerakan terorismeyang terjadi di Medan pada tanggal 12 November 2019, kejadian bom bunuh diri kali ini merupakan aksi yang cukup berani karena dilakukan di tempat yang seharusnya aman karena banyak aparat kemananan (Polisi) yang sedang berjaga, yang seharusnya bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat sipil yang berada di kantor tersebut.

Oleh karena demikian tujuan diksusi ini untuk menanamkan kesadaran kepada kaum muda  tentang pentingnya membumikan Islam Rahmatan Lil’alamin sebagaimana jati diri Islam itu sendiri yang mengedapankan Toleransi antarsesama.

Kami atas nama PKC PMII Bali Nusra sangat mengapresiasi terhadap narasumber yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu pengetahuan kepada peserta yang mewakili Organisasinya masing-masing. Mudah-mudahan apa yang kita diskusikan kali ini bisa bermanfaat untuk diri kita sendiri dan bisa kita terapkan dalam kehidupan kita bersama-sama sebagai civil society.



Profesor Zainal Asikin, SH, SU
(Akademisi UNRAM)
1. Toleransi bukan maslah teks tapi soal konteks, karena toleransi bukan pada persoalan jasmani melainkan soal hati nurani.
2. Ajakan untuk merawat hati sehingga tumbuh sebagai hati yang mengedepankan cinta dan kasih sayang antar sesama
3. Toleransi Hukum……………………….
4. Merawat rasa kebersamaan untuk membangun daerah
5. Secara konseptual Islam sebagai Agama yang mengajarkan monoteisme tauhid yang harus diwujdkan dlam bentuk kepasrahan diri dan ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya sebagai utusan pembawa rahmah guna meraih kebahagiaan dan kesellamatan, baik di dunia maupun di akhirat.
6. Semangat cinta kasih yang mengemban misi Islam Rahmatan Lilalamin untuk menghindari konflik yang terjadi di daerah kita
7. Semangat gerakan moral karena gerakan ini tidak ada yang membiayai


Profesor. H. Saiful Muslim, MM
(Ketua MUI NTB)
1. Majelis ulama adalah konsep, yang bekerja adalah ormas-ormas yang tergabung dalam majelis Ulama
Majelis Ulama Indonesia menyerukan pesan kepada Ummat Muslim untuk menciptakan kehidupan yang damai, harmonis dan yoleran antar ummat beragam adalam rangka mewujudkan Islam Rahmatan Lil’alamin. Spirit tersebut harus diwujudkan melalui sikap dan prilaku keberagaman yang santun rukun, toleran, saling menghormati dan menerima perbedaan keyakinan.

MUI juga mengajak seluruh Ummat Islam khusunya yang ada di NTB untuk menjadikan momentum Maulid Nabi tahun ini sebagai kesempatan meningkatkan ketakwaan dengan berbuat kebajikan dan beramal soleh.

Selain itu, MUI berharap agar Ummat Muslim juga dapat mewarisi semangat pembebasan dari berbagai bentuk ketertindasan, baik itu kemiskinan, kebodohan maupun keterbelaknagan.
Karena hakikat dari misi risalah Nabi Muhammad SAW adalah melakukan pembelaan terhadap kaum lemah dan tertindas, dengan berempati merasakan beratnya penderitaan mereka, memberikan rasa aman dan sentosa, serta memberikan rasa belas kasih terhadap sesame ummat manusia.

Pada momen Maulid Nabi kali ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Umat Islam untuk mengembangkan hidup damai dan harmonis dikalnagan Ummat Islam, sehingga tidak terjebak pada pertentangan dan perelisihan yang dapat merusak silaturrahmi antarummat Islam.

Hal yang perlu diperhatikan akhir-akhir ini adanya wacana kebijakan yang dikeluarkan oleh Menteri Agama mengenai penggunaan celana cingkrang, hal ini tidak perlu dibesar - besarkan dan diperdebatkan.