Wakil Gubernur NTB. Mantang Menuju Zero Waste, Zero Stunting, dan Zero Gizi Buruk -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Wakil Gubernur NTB. Mantang Menuju Zero Waste, Zero Stunting, dan Zero Gizi Buruk

11/12/19
Wakil Gubernur NTB saat membuka acara

BATUKLIANG |Wakil Gubernur NTB hadiri pelatihan Stanting, Gizi Buruk, dan Zero Waste. Mantang (13/11/2019).

Pemdes Mantang di bawah kepemimpinan L. Oktafian Miraja terus berupaya lakukan terobosan penting. Sinergisitas dengan berbagai instansi terkait digalakkan. Langkah ini mendesak dilakukan, mengingat desa Mantang terletak di pusat kecamatan. Letak yang strategis secara tidak langsung membuat Mantang menjadi tolak ukur desa lain di kecamatan Batukliang.

Meski terletak di jantung kecamatan, bukan berarti Mantang terbebas dari permasalahan sosial. Persoalan klasik yang masih menjadi momok adalah stunting, gizi buruk, dan sampah. Beberapa tahun terakhir ketiga kasus ini ditangani secara intens.

Guna lebih mengefektifkan pencegahan kasus serupa, Pemdes Mantang menggandeng Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi NTB untuk mengadakan pelatihan stunting, gizi buruk, dan Zero Waste.

Menurut Kades Mantang, pelatihan yang digelar selama 2 hari yakni tanggal 12-13 November 2019 tersebut, bertujuan meningkatkan SDM para kader posyandu dan stakeholder lainnya.

Selain menghadirkan kader posyandu, Pemdes Mantang juga turut menghadirkan perangkat desa, PKK, Toga, Toma, dan perwakilan dari tokoh Pendidikan maupun Kesehatan. Dari hasil pantauan, jumlah peserta berkisar antara 50 sampai 70 orang.

Pelatihan langsung dibuka oleh wakil gubernur NTB, Dr. Hj. Rohmi Djalilah. Wagub perempuan pertama itu merinci betapa pentingnya mengatasi stunting dan gizi buruk.

"Peningkatan kualitas SDM kader posyandu menjadi keharusan agar upaya preventif terhadap stunting dan gizi buruk dapat berjalan maksimal," ujar Rohmi.

Wagub juga menyinggung pengelolaan sampah demi terciptanya zero waste di masa depan.

Persoalan sampah yang disitir oleh orang nomor 2 NTB ini menjadi bahan diskusi antara peserta dan narasumber. Peserta pelatihan tampak antusias mengikuti acara. Suasana menjadi hidup ketika ruang dialog dibuka oleh panitia.

Di sela-sela pelatihan, pemdes Mantang menggelar pameran hasil olahan pangan, kerajinan tangan, dan beberapa produk khas desa Mantang. Wagub berkesempatan melihat langsung beberapa produk yang digelar di selasar kantor desa Mantang.

 Di dampingi ibu-ibu PKK, Wagub juga berdialog langsung dengan pelaku umkm dan para pengrajin.

 "teruslah berinovasi dan berkreasi agar produk yang dihasilkan dapat bersaing, bila perlu kami akan fasilitasi untuk mengikuti festival budaya, " Ibu Rohmi menyemangati.(red)