Bupati Loteng, Pembangunan Rumah Sakit Internasional Lombok Tetap Di Lapangan Sengkol. -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Bupati Loteng, Pembangunan Rumah Sakit Internasional Lombok Tetap Di Lapangan Sengkol.

12/27/19

PRAYA | Rencana pembangunan rumah sakit bertarap Internasional di Lapangan Umum Mandalika Desa Sengkol, Kecamatan Pujut akan tetap dilakukan. Sementara soal adanya pemuda yang menolak, Pemkab sudah mencarikan solusinya dengan mengganti lapangan tersebut.

Bupati Loteng, H Moh. Suhaili FT langsung angkat bicara. Suhaili menegaskan, setiap pembangunan memang ada pro dan kontra, dan itu hal wajar. “Kami sudah menyediakan pengganti lapangan di dekat markas Brimob Desa Rembitan. Percuma kalau kita bangun rumah sakit namun untuk olahraga tidak ada. Karena penting juga lapangan ini untuk pemuda,” katanya tegas kepada media, kemarin.

Suhaili menegaskan, lahan yang disediakan untuk pengganti lapangan ini, jauh lebih bagus dari lapangan yang ada saat ini. Sehingga pihaknya memastikan bahwa tidak ada niat sedikitpun untuk menzolimi pemuda yang berada di sana.

“Ada lahan milik Pemprov yang menjadi pengganti lapangan ini. Jadi saya minta pemuda agar tidak khawatir,” tegasnya.

Suhaili mengungkapkan, pembangunan rumah sakit ini dalam waktu dekat harus segera bisa dilakukan dalam mendukung keberlangsungan event MotoGP mendatang. Pasalnya dana sudah digelontorkan oleh pemerintah pusat hingga Rp 39 miliar anggaran.

“Dana pembangunan sudah ada makanya kita sekarang sedang diburu waktu,” jelasnya.

Uhel mengaku, bahwa lapangan sekarang ini, kerap dijadikan sebagai lokasi berolahraga bagi para pemuda. Tapi, pihaknya melihat lapangan ini tidak terlalu representatif, karena bila hujan maka lapangan tersebut menjadi becek dan ketika musim kemarau malah tanah di tempat itu menjadi kering kerontang.

“Rumah sakit yang akan dibangun di lapangan itu nantinya kita namakan rumah sakit mandalika, sesuai dengan nama lapangan yang ada saat ini,” katanya.

Pihaknya mengaku tidak mempermasalahkan adanya protes yang dilakukan oleh para pemuda. Bahkan pihaknya mengapresiasi atas gerakan yang dilakukan oleh para pemuda itu. hanya saja pembangunan ini juga sangat penting untuk bagaimana menunjang berbagai kegiatan, terlebih melihat kondisi daerah ini yang kian hari kian berkembang.

“Jadi hakekat pembangunan ini berkesinambungan. Tidak ada pembangunan yang kita lakukan untuk menzolimi warga. Jadi semua sudah kita pikirkan bagaimana dari pembangunan ini kedepannya,” ceritanya.(*)