Gelar Dialog Publik, PKC PMII BALI-NUSRA Siap Bersinergi Bersama BNN Perangi Narkoba -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Gelar Dialog Publik, PKC PMII BALI-NUSRA Siap Bersinergi Bersama BNN Perangi Narkoba

12/18/19
Foto : Narasumber Diskusi 
Mataram | Narkoba merupakan barang yang sangat berbahaya di kalangan masyarakat, jika sampai kecanduan akan berakibat fatal bagi kesehatan. Nusa Tenggara Barat merupakan Provinsi darurat narkoba, telah di lakukan OTT terhadap pengedar di beberapa kabupaten kota di NTB.

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Bali-Nusra menggelar diskusi publik setelah melakukan kampanye lawan narkoba. diskusi tersebut digelar di Aula UMKM provinsi NTB. Kamis, (19/12/12).

Dengan mengangkat tema, “Ancaman Bahaya Narkoba Bersama Perangi Narkoba Untuk Masa Depan Generasi Bangsa Kota Mataram”sukses dilaksanakan dihadiri puluhan aktivis.

Foto : Sambutan Ketua PKC PMII Bali Nusra (Aziz Muslim) 

Ketua PKC PMII Bali Nusra, Aziz Muslim menyampaikan  PMII sedang fokus di Mataram. menurutnya penyebaran narkoba mulainya dari kota dan menjalar ke kampung-kampung.

"saya focus di kota mataram, karena salah satu kota provinsi yang ada di NTB maka yang memulai adalah di kota soal penyebarannya, tidak mungkin lewat perkampungan. Dulu 2016 pernah bersama BNN mengadakan jalan sehat dan konvoi bahaya narkoba, kalok gak salah waktu itu 12 persen, di 2019 sudah sekritar 16 persen terkena narkoba di NTB," Ungkap Pria alumni UIN Mataram ini.

"kemarin kami sudah menyebarkan fanlet di beberapa totik premoatabn di kota mataram, di dompu dan di bima misalkan, itu sudah melaukan pencampuran dalam mebuat obat obatan dengan distro. Maka saya berharap diskusi ini tidak hanya monoton, pemerintah dan pihak yang bewajib juga harus lebih intesn melakukan pemberantasan narkoba ini."  lanjutnya.

PMII Bali-Nusra menekankan agar Legislatif dan Eksekutif bekerjasama untuk melakukan pemberantasan dan membuat skema pemberantasan.

"Baik legislative ataupun eksekutif harus sama membuat skema dan usaha yang baik untuk melakukan pemberantasan soal ini. Banyak kejadin yang sudah terjadi, tidak hanya di kalangan mashsiwa ataupun anak muda, di Lombok tengah misalkan salah satu kepala dinas yang diketahuai mengkonsumsi narkoba. Maka ini pentinga untuk diintensifkan, harus melibatkan mahasiswa ataupun siswa dalam melakukan sosioalasia kepada seluruh lapisan masyarakat," tandas Aziz.