Waspada Konflik Perayaan Tahun Baru dan Natal, PKC PMII Bali-Nusra Gelar Diskusi Publik Kewaspadaan dan Antisipasi Konflik Bernuansa SARA -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Waspada Konflik Perayaan Tahun Baru dan Natal, PKC PMII Bali-Nusra Gelar Diskusi Publik Kewaspadaan dan Antisipasi Konflik Bernuansa SARA

12/16/19


Mataram | Konflik SARA dan berbau Agama sering kali terjadi ketika menyambut hari Natal. Banyak narasi-narasi provokatif di lempar dan diviralkan di media sosial.

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Bali-Nusra mengadakan diskusi publik dengan tema " Kewaspadaan dan Antisipasi kerawanan konflik bernuansa sara jelang perayaan hari Natal dan tahun baru 2020 di NTB" di TnT Caffe Jln Sriwijaya Kekalek Mataram. Selasa, (17/12/19).

Ketua PKC PMII Bali Nusra
(Aziz Muslim) menghibau seluruh masyarakat NTB untuk tetap menjaga persaudaraan dan di tengah perbedaan uman beragama.

"pertama soal kita ini adalah pluralisme yang diamana kita harus sadar bahwa persoalan sara ini sangat penting kita jaga karnna kita sadar sendiri sangat banyak perbedaan kepada kita dan ini merupakan anugrah yang harus kita syukuri dan jaga bersama.

Persoalan yang ada di bangsa kita saat ini khususunya soal sara masih terjadi, maka kita harus bersama untuk menjaga ini biar tidak sampai ke NTB pada umumnya kita jaga Bangsa ini terjaga dengan baik wabil khsusu kita yang menjadi mahasiswa yang memang tugas kita adalah demikian." ungkap Aziz Muslim dalam sambutannya.

Jumarim (Narasumber) mengajak peserta diskusi untuk mengambil bagian dalam menjaga ketertiban di akhir tahun ini.

"Alhamdulillah kita pagi ini ikut serta mengambil bagian dalam menjaga keteriban di daerah kita, karna kota sadar bahwa biasanya terjadi di akhir tahun ini banyak yang terjadi konflik konflik di akhir tahun. Sejauh ini saya tidak pernah melihat dan menemukan isu sara yang parah terjadi di NTB yang mengakibatkan konflik-konflik sosial, kecuali dulu pada tahun 2001 namun itu menjadi isu nasional dan tidak berdampak kepada masyarakat luas. Namun ini penting juga untuk kita jaga soal sara ini untuk menjaga dan merawat ketertiban di daerah kita ini. Kita mungkin mulai mengenal waktu dengan kelahiran nabi isya’ pun juga memberikan mamfaat bagi kita bukan hanya ntuk kaum kristianni namun juga umat muslim dan semua manusia karan belua membawa perbuahan yang baik" tutur Akademisi UIN Mataram ini.

"Ucapan selamat natal sebenarnya  bukan deperkhususkan untuk umat Kristen tapi kita juga tidak salah karan kita mengucapkan hari lahirnya salah satu nabi dianatar 25 nabi yang wajib kita taub sebagai umat muslim. Karena memang nabi isa’ adalah nabi Allah yang memiliki banyak pengareuh pada zamannya bahkan sampaik sekarang. Tambah Wakil PW NU NTB ini.

Ini maksud saya adalah kita tidak ada alsan lagi untuk tidak saling menerima satu sama lain apalagi di Bangsa kita di Indenesia. Harus kita perhatikan aspek kerukutan dan ketertiban kita bersama, dan salah satu caranya adalah saling membantu dalam konteks sosial saling mengharagai saling menjaga tetangga kita untuk menjaga kenyamanan kita dalam bermasyarakat" Tutupnya.

Sugito menjadi Narasumber dari Korem NTB menjelaskan bahwa tugas TNI menjaga ketertiban bangsa dengan segala konsekuensi.

"Yang ingin kami sampaikan bahwa, kami sebagai TNI dimanapun kami bertugas kami tetap menjaga dan melaksakana tanggung jawab kami untuk terus menjaga bangsa ingin dengan segala koekuensosi, saya sudah sering berpindah pindah tugas dan persoalan di bangsa kita ini tidak jauh bdeda di setiap daerah, salah satunya adalah soal SARA ini. Sesuai dengan UU no 34 ahun 2004 TNI dimanapun bertugas harus siap termasuk dalm menertibkan soal konfil konflik yang terjadi salah satunya adalah soal sara.  Sesuai dengan UUD bahwa mengatakan ketuahan yang maha esa, maka kita berhakl untuk memeluk agama apapun sesuai dengan agama yang ada di Indonesia. " tarangnya.

lebih lanjutnya lagi, ia mengatakan bahwa SARA saat ini menjadi tranding tofic di media sosial.

"Sara atau agama sekarang sudah menjadi topic atau menjadi pembahasan dan masih ada persoalan padahal sudah jelas dalam pancasila pun juga bhinkea tunggal ika yang menjadi slogan Bangsa bahasa berbeda beda tapi tetap satu tujuan salah satu tujan kita bersama adalah u tuk menjaga bangsa ini, persoalan agama itu sama yang bpenting adalah kita harus saling menghargai harus saling menghormati. Yang baru baru ini terjadi di irian itu soal agama dan ada unsur ras juga, maka itu sangat mempriahtinkan maka kami sangat bahagia bersykur bahawa mahasiswa hari ini masih peduli dengan hal tersbut dengan melakukanacara acara seperti ini melakukan kampanye perdamian yang baik, karan yakin dan percaya saya bahwa Bangsa ini akan maju ada di tangan mahsiswa dan anak anak muda"

"Pemerintah sudah mencegah, jangan sampai isu isu sara ini meluas dan menimbulkan konflik konflik baru, terimakasih kami ucapakan kepada PMII untuk memerhatikan hal ini, terus mengambil bagian dalam menjaga daerah kita di NTB umumnya di Negara kita ini"pungkasnya

Narasumber ketiga dari  Kesbangpoldagri NTB
( Rosidin) akan bertanggung jawab untuk terus memastikan kedamaian di NTB.

"Kami di pemerintah daerah kesbang punya tanggung jawab untuk terus memastikan kedamian kepada masrakat, karena kami menjadi mata telinga pemerintah untuk terus memediasi keadaan dan sistsui din masratak melalui lapisan lapisan masrakat, harus memebrikan kesejukan dan meminimalisir persoalan perosalan yang ada" tegasnya.

"Persoalan SARA juga sering  terjadi dan itu kami menilai tidak lepas dari ada kepentingan di baliknya, maka ini menjadi tugas kita bersama untuk mengantisipasi hal trfsebut.

Rosidin juga mengajak pemuda terlibat dalam program Gubernur NTB soal Infrastruktur.

"Belakangan ini ada beberapa program besar dari bapak gubernur, salah satunya adalah soal infrastruktru dan kita harus terlibat dengan hal tersbut sebagai benteng untuk mengantisipasi hal yang tidak kita inginkan dan demi objeltivas program yang ada. Kita harus eksekusi baik secara regional" Ajaknya