Antisipasi Konflik Komunal, PKC PMII BALI-NUSRA Gelar Dialog Publik -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Antisipasi Konflik Komunal, PKC PMII BALI-NUSRA Gelar Dialog Publik

1/30/20

Mataram | PKC PMII BALI-NUSRA Gelar Dialog Publik dan Penggalangan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Dan Tokoh Pemuda Dalam Upaya Antisipasi Konflik Komunal. Mataram, 30 Januari 2020

Aziz Muslim dalam Sambutannya mengajak mahasiswa jadi penengah dalam menghadapi konflik.

"Maka penting bagi kita sebagai mahasiswa untuk menjadi penengah dan memberi solusi yang solutif terkait dengan konflik komunal tersebut" Kata ketua PKC PMII

"Sehingga kami di PKC mengundang shabat sahabat ini untuk terus memberikan distribusi baik secara pemikiran maupun moril kepada daerah kita ini. Mahasiswa hari ini harus mampu membuat bualding baru, pemikiran baru serta inisiatif yang lebih baik untuk terus memberikan kontribusi terhadap daerah ini, terlebih sebagai jalan tengah untuk menyatukan persepsi antar komunitas ataupun kelembagaan pemerintah untuk sama sama memunculkan jalan yang terbaik agar konflik komunal ini tidak lagi menjad penghambat kemajuan daerah"pungkasnya

Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut Muh. Zakaria (TNI AD)  daei korem. Dia menyinggung soal BIL di loteng.

"Sekilas kita dengar adalah konflik yang ada di lombok tengah sebagai salah satu konflik komunal yang kerap kali jadi perbincangan publik. Soal bandara yang ingin diganti dengan nama salah satu tokoh yang berasal dari ormas selain ormas mayoritas yang ada di Lombok tengah. Namun sebenarnya itu tidak seharusnya dipermasalhkan apalagi diakitkan dengan kepentingan politik praktis. Maka penting bagai mahasiswa hari ini khsusnya yang di NTB untuk berbicara soal tersebut, yakni mesti bicara dengan sifat sebagai mahsiwa yakni hadir untuk membawa perdamaian, hadir sebaga jalan tengah untuk mengantisipasi konflik komunal yang ada"katanya.

Zakaria mengajak, dalam menyelesaikan konflik harus memperbanyak musyawarah.

"Kebetulan kita ini adalah bangsa yang berbeda beda, terdidir dari berbagaimacam budaya, ras suku dan agama. Hal tersbut menjadi PR kita bersama untuk terus menjaganya, kita mesti mengedepankan musyawarh dalam membahas sesatu, tidak dengan cara yang keluar dari nilai toleransi ataupun yang tidak beretika. Musyawarah adalah cara terbaik untuk melakukan perbandingan pendapat kemduian menyatukan persepsi hingga menghasilkan keputusan yang baik"


TNI ini Himbau Mahasiswa tidak berpihak ke salah satu dalam konflik BIL di Lombok Tengah.

"Hari ini misalkan masyarakat NW yang tidak menerima jika pergantian nama bandara tidak jadi diganti karena bentuk protes dari masyarakat yang tergabung dari NU, maka mahasiwa tidak boleh ikut ikutan dalam menyuarakan atau mendudkung salah satu pihak. Kita harus hadir sebagai jalan tengah agar konflik komunak tidak terjadi"pungkasnya.