KEMAUAN DAN ALASAN -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

KEMAUAN DAN ALASAN

3/18/20

Oleh : M. Rizal Watoni Seorang Ustad pernah berpesan "kemauan melahirkan jalan, dan ketidakmauan melahirkan alasan, apabila kemauanmu sudah kuat kemudian tidak ada jalan berarti kau tak menggunakan otakmu". Ungkapan ini adalah sebagai sindiran yang akan saya pergunakan untuk para " Mahasiswa" dewasa ini.

    Saat ini keadaan negara-negara di Dunia secara gelobal tengah dalam ketidak stabilan, akibat dari ancaman fendemi yaitu Covid-19 atau yang lebih populer dengan nama Corona.

    Hal ini berdampak kepada banyak negar tidak terkecuali Indonesia. Kebijakan pemerintah yang melakukan istilah isolasi kawasan dengan membatasi pola interaksi individu manusia secara kolektif. Hal ini berdampak kepada perubahanan pola atau strategi dunia kampus dalam memberikan kuliah kepada mahasiswanya.

    Istilah perkuliahan daring (dalam jaringan) yang menggunakan sosial media sebagai sarana utama keberlangsungan peroses belajar mengajar. Namun sedikit pemandangan miris terlihat daripada respon kebanyakan mahasiswa, banyak yang mengnggap bahwa kebijakan isolasi selama 14 hari ini adalah sebagai libur kuliah semata.

    Banyak keluhan tentang beratnya tugas kuliah yang dibebankan dosen sehingga mahasiswa menganggap itu semua diluar batas kemampuan mereka. Ayolah kawan-kawan mahasiswa, saya juga mahasiswa namun saya mencoba tidak bersikap cengeng.

    Coba sedikit kita berlogika, saya ingin menyebut tokoh islam seperti : Al-Farabi, Ibnu Sina, Al Kawarzimi dll, yang terlalu panjang untuk saya tulis. Mereka semua adalah ilmuan Muslim yang pakar tidak hanya satu bidang ilmu namaun multi bidang ilmu. Dari contoh di atas dapat kita bayangkan betapa tekun dan panjangnya waktu yang mereka butuhkan untuk belajar.

    Seperti di Indonesia untuk menjadikan seseorang pakar dan frofesional dalam satu bidang ilmu mereka harus menempuh jenjang dari S-1, S-2 dan yang tertinggi S-3.

    Artinya apa bahwa belajar memang tidak akan pernah mencelakakan kita, walupun porsinya lebih dari kapsitas. Seperti anekdot yang saya dapat dulu ketika masih mondok di Pesantren.

    Ustad saya berpesan rajin-rajinlah belajar selagi muda, karena tidak ada ceritanya orang mati karena belajar, tapi yang mati karena kebut-kebut di jalanan banyak kok.Pesan yang lucu namun sarat makna. So gak usah jadiin tugas kuliah itu momok ya kawan. Salam perubahan.