Catatan Mahasiswa Soal Strategi Lembaga Pendidikan Islam dalam Menghadapi Pandemi -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Catatan Mahasiswa Soal Strategi Lembaga Pendidikan Islam dalam Menghadapi Pandemi

4/16/20


Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Mataram
Oleh:
Laily Isnawati

Opini|Akhir-akhir ini dunia diguncang oleh kemunculan virus Covid-19 yang ditemukan pertama kali di kota Wuhan, China. Organisasi kesehatan dunia (WHO) secara resmi menyatakan virus Covid-19 sebagai pandemi pada hari Rabu (11/03/2020). Pandemi adalah sekala penyebaran penyakit yang terjadi secara global di seluruh dunia. Virus ini menyebar dengan cepat, virus dapat menyebar melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut ketika seseorang yang terinfeksi virus ini bersin atau batuk.

Wabah ini melumpuhkan segala kegiatan, dari mulai proses perekonomian sampai proses pendidikan. Dampak dari wabah pandemi ini juga berimbas kepada proses perkuliahan di Universitas Islam Negeri Mataram. Setelah presiden Republik Indonesia Joko Widodo  mengeluarkan himbauan untuk bekerja dari rumah dan belajar dari rumah, universitas Islam Negeri Mataram mengambil langkah cepat untuk menghentikan penyebaran Covid-19 ini. Dengan mengeluarkan surat keputusan rektor yang pertama nomor : 629/Un.12/MH.01/03/2020 yang ditandatangani oleh rektor Prof Dr. H. Mutawali yang berbunyi : “Menerapkan perkuliahan dan kegiatan akademik lainnya secara online selama 2 pekan, mulai tanggal 16 sampai dengan 28 maret 2020”.

Namun keputusan itu bersifat sementara, rektor Universitas Islam Negeri Mataram mengeluarkan surat keputusan rektor yang kedua. Setelah dua pekan dari penerapan perkuliahan daring berjalan, keputusan itu berbunyi : “Memperpanjang perkuliahan dan kegiatan akademik lainnya secara online sampai tanggal 29 mei 2020 dan dalam keadaan mendesak, pegawai dapat diberikan penugasan ke kantor, dengan izin dari atasan dan dibuktikan dengan surat resmi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan keselamatan”. Ini adalah bukti bahwa Universitas Islam Negeri Mataram ikut andil dalam proses memutus mata rantai dari penyebaran virus Covid-19.

Universitas Islam Negeri Mataram sebagai lembaga pendidikan islam sangat memperhatikan keselamatan dan kesehatan untuk para tenaga pendidik dan peserta didik yang bernaung di bawahnya. Dengan mengadakan perkuliahan online ini, pihak kampus sudah memberikan kelonggaran kepada mahasiswa untuk tetap bisa belajar di dalam situasi dan kondisi yang serba terbatas ini.

Namun demikian, perkuliahan online memiliki dampak negatif dan dampak positif. Dampak positifnya adalah Mahasiswa bisa belajar dimana saja, tanpa terikat aturan tertentu seperti di dalam kelas biasanya. Dan dengan keadaan demikian mahasiswa menjadi lebih terlatih untuk mandiri dan disiplin dalam segala hal, menumbuhkan kejujuran dalam diri mahasiswa karena sistem perkuliahan daring ini memiliki keterbatasan dari pantauan para dosen. Dampak negatifnya adalah tidak semua mahasiswa mengikuti perkuliahan sampai batas waktu yang ditentukan oleh dosen pengampu. Di
karena kurangnya pemantauan secara langsung oleh dosen dan jaringan internet mahasiswa yang tidak selalu stabil, dikarenakan tidak semua mahasiswa yang berasal dari kota, melainkan kebanyakan mahasiswa berasal dari desa, dan bahkan untuk memperoleh signal ada yang harus naik bukit terlebih dahulu. Hal ini sangat dikeluhkan oleh kebanyakan mahasiswa, karena hakikat belajar dari rumah tidak terpenuhi karena harus keluar rumah untuk mencari bahan tugas yang diberikan oleh kampus.

Dari problematika di atas, solusi yang paling tepat untuk diterapkan oleh pihak kampus adalah memakai aplikasi pembeljaran online yang tidak terlalu memakan data internet yang banyak sehingga meringankan beban mahasiswa dari segi ekonomi. Memberikan waktu yang cukup kepada mahasiswa untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen.

Universitas Islam Negeri Mataram juga memfasilitasi mahasiswa dengan cara bekerja sama dengan salah satu perusahaan layanan jasa. Memberikan data gratis 30 GB untuk memudahkan dan meringankan biaya yang di keluarkan mahasiswa. Karena dampak dari wabah pandemi ini juga berimbas kepada perekonomian masyarakat khususnya masyarakat menengah ke bawah. Fasilitas yang diberikan pihak kampus sangat membantu bagi sebagian mahasiswa. Kenapa sebagian ? karena tidak semua mahasiswa bisa mengakses jaringan data dikarenakan lokasi tempat tinggal yang berbeda. Perbedaaan jaringan internet ini menjadi permasalahan di kalangan mahasiswa. Namun perlu diketahui, pihak kampus sudah berupaya dengan keras untuk meringankan beban mahasiswa dan mungkin ini adalah langkah yang paling akurat dan keputusan yang paling bijak.
Semua langkah yang dilakukan oleh Universitas Islam Negeri Mataram tiada lain dari bentuk upaya kampus, demi kelancaraan bersama dalam proses pembelajaran. Karena pada hakikatnya belajar tidak perlu mengenal tempat dan waktu serta kondisi, sebab Rasulullah SAW pernah bersabda “Tuntutlah Ilmu sejak dari buaian sampai ke liang lahat” dan sabda-Nya yang lain “Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri China”. Bayangkan Rasulullah menyebut negara China yang pada dasarnya wabah ini muncul pertama kali di negara tersebut.

 Jadi, tetap semangat belajar di dalam keterbatasan ini dan tetap percaya serta berdo’a agar wabah ini cepat berlalu di muka bumi ini. Aamiin