New Normal Solusi Ekonomi Ditengah Pandemi, Simak Penjelasan Prof. Dr. Hj. Sylviana dan Neng Eem Marhamah -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

New Normal Solusi Ekonomi Ditengah Pandemi, Simak Penjelasan Prof. Dr. Hj. Sylviana dan Neng Eem Marhamah

Redaksi
6/17/20

JAKARTA | Berbagai upaya perlu dikerahkan secara bersinergi agar Indonesia dapat bangkit dari dampak pandemi Covid-19 ini. Salah satu upaya yang akan ditempuh pemerintah dalam membangkitkan kembali perekonomian yaitu dengan penerapan new normal di wilayah tertentu. Penerapan new normal diawali dengan membuka mall dan tempat perbelanjaan serta mengaktifkan transportasi.

Saat ini, baru diterapkan di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota. Namun, kebijakan ini bisa diperluas jika dirasa efektif untuk membuat masyarakat produktif serta tetap aman dari Covid-19.

Berkaitan dengan hal tersebut, masyarakat harus memahami tujuan pemerintah mengenai penerapan new normal dan berbagai aspek didalamnya yang harus ditaati agar masyarakat tetap produktif dan aman dari Covid-19. Maka dari itu Goebok Indonesia mengadakan kegiatan diskusi interaktif dengan tema “Penerapan new normal Bangkitkan Perekonomian Ditengah Pandemi Covid-19”. Goebok Indonesia mengundang pembicara Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, SH. M. SI (DPD RI 2019-2024) Dan Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz. MM (DPR RI 2019-2024) di jakrata 17 Juni 2020.

Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, SH. M.SI mengatakan Efek dari pandemic yang terjadi saat ini mengakibatkan kita untuk tetep harus bekerja namun dari rumah atau yang disebut dengat WFH (Work for home). Hal ini juga mengakibatkan banyak orang semakin kreaktif dan inovatif dalam memanfaatkan waktunya seperti dengan memulai menanam hidroponik disetiap rumah-rumah sebagai bentuk upaya menjaga ketahanan pangan secara mandiri.
Kreaktifaitas akan tumbuh saat kondisi tertekan. Hal yang patut kita syukuri adalah Kita masih diberikan kondisi otak yang luar biasa, kita harus memanfaatkannya untuk menciptakan hal-hal kreaktif dan inovatif untuk menyokong dan membangkitkan perekonomian negara kita. Contohnya, kegiatan-kegitan kecil namun berdampak pada ekonomi seperti menanam hidroponik di lingkungan rumah, berjualan online, dll.
Namun sylviana pun menekankan perlu juga kita ingatkan, jagan bersikap konsumtif yang berlebihan, ketika tetangga kita ada yang berjualan barang-barang yang kita perlukan, maka lebih baik kita membeli dari tetangga kita. Jangan semuanya beli di online. Selain menolong sesame tetangga, kita juga dapat mempererat rasa persaudaraan dan kesatuan. Sebaik-baik manusia adalah yang bermaanfaat bagi sesamanya, Ujarnya.

Sedangkan menurut Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz. MM selaku DPRI RI, New normal adalah pintu masuk untuk membuat ekonomi berjalan kembali yang sebelumnya benar-benar berhenti. Pedagang kecil seperti tukang cilok, tukang parkir dan pedagang kecil lainnya adalah penyokong perekonomian yang sebenarnya, sehingga pandemic covid ini memang sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi baik dari kalangan atas hingga bawah.

Beberapa orang yang kreaktif dan inovatif tidak akan terpengaruh bagaimanapun keadaan yang ada. Bahkan beberapa orang dapat menumbuhkan kreaktifitasnya saat kondisinya tertekan, seperti jualan online dan berbasis internet. Namun, tidak semua daerah yang ada di negara kita ini di fasilitasi dengan jaringan internet yang baik. Oleh karena itu, kebijakan new normal sangat tepat untuk di terapkan.

Dalam diskusi ini pun banyak pertanyaan yang diajukan kepada pata narasumber, salah satunya dari mahasiswi Universitas indraprasta (UNINDRA) Nanda Asyfa Covid 19 berdampak ke kesehatan dan ekonomi. Apakah pemerintah harus mengutamakan dari segi kesehatan terlebih dahulu atau ekonomi?

Menanggapi pertanyaan tersebut Indicator human development indeks ada tiga yaitu Kesehtan, Pendidikan, ekonomi. Wabah ini tidak hanya mnyerang Indonesia tetapi dunia, yang dihantam saat ini adalah kesehatan artinya pembangunan manusia dihancurkan melalui kesehatan yaitu virus corona. Artinya jika banyak orang sakit karena terkena corona, otomatis ekonomi juga akan tergnggu. Kalo kita sudah sehat, secara bersamaan kita bisa membangun perekonomian kita, kita memang sedang dihantam dari segala segi, kesehatan, Pendidikan, dan ekonomi. Mari kita kembalikan kepada situasi dan kondisi. Jawab bu Sylviana.

Eem marhamah pun menambahi jawaban sylviana bahwa Pemerintah Indonesia tidak pernah melakukan Lockdown, karena kebijakan lockdown adalah pembatasan dari sekala besar dimana akibat dari lockdown, seluruh kebutuhan masyarakat di tanggung oleh negara. Saya kira negara tidak dapat mengcover ini semua.  Akhirnya pemerintah mengeluarkan PSBB (Bahasa lain) yaitu negara menjangkau semampunya. Namun lama-kelamaan ekonomi kita goyah dan negara tidak dapat mengcover keseluruhannya juga. Ketika pemerintah lebih mengutamakan kesehatan, maka akan tetap ada yang meninggal karena kelaparan. Tapi ketika pemerintah lebih mengutamakan ekonomi, maka akan ada yang meninggal karena terinfeksi virus. Sehingga saat ini pemerintah menerapkan New normal, agar masyarakat dapat menata perekonomian secara mandiri tentunya sesuai dengan protocol covid 19. Tutup Eem Marhamah.