Prihatin Keadaan Ekonomi Orang tua, Mahasiswa UIN Mataram Tuntut UKT Dibebaskan -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Prihatin Keadaan Ekonomi Orang tua, Mahasiswa UIN Mataram Tuntut UKT Dibebaskan

6/16/20

Mataram| Sambut New Normal di Nusa Tenggara Barat, Sekolompok mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Keadilan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menggelar aksi segel kampus pada Selasa (16/6/2020) pagi.

Koordinator Aksi, Suparman, mengungkapkan aksi yang dilakukan merupakan kekecewaan karena pihak kampus tidak jelas sikapnya dalam mengambil kebijakan untuk mahasiswa.

"Mengingat sampai saat ini tidak ada kejelasan dari pihak kampus mengenai kompensasi dan tidak adanya insentif kuota, miskipun ada namun tidak semua mahasiswa yang bisa memakai kuota tersebut. Sehingga kami menuntut UKT semester depan di bebaskan," ungkapnya kepada Media ini.

Karena pandemi berdampak dalam sektor ekonomi, Ia menilai bahwa orangtua siswa tidak mampu menyisihkan uang untuk bayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa.

"Di tengah pendemi kovid 19 membuat kesulitan perekonomian keluarga hingga berdampak pada keuangan bagi para mahasiswa untuk membayar uang semester. Dari dampak pendemi ini mengakibatkan kerisis ekonomi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Bagi orang tua yang membiayai keliah anaknya pasti akan mengalami kesulitan membayar UKT anak mereka" keluhnya.

Beberapa waktu yang lalu, Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam, Kemenag, Arskal Salim mengatakan telah diusulkan untuk meringankan beban mahasiswa.

“Usulan para Pimpinan (UIN/IAIN/Ketua) PTKIN untuk meringankan beban mahasiswa diapresiasi Menteri Agama,” kata Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kemenag, Arskal Salim dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2020.

Ada tiga langkah yang disepakati akan di tempuh, yaitu memberi kesempatan bagi tiap mahasiswa yang ekonomi orang tuanya terdampak akibat wabah Covid-19 untuk mengajukan surat permohonan banding Uang Kuliah Tunggal (UKT).  Permohonan banding ini dapat dilakukan pada masa pembayaran semester ganjil 2020-2021.

“Kita membuka kesempatan bagi mahasiswa terdampak covid-19 untuk mengajukan keringanan UKT kepada Rektor atau Ketua masing-masing,” ujar Arskal.

Seperti yang kami ketahui, sampai saat ini pihak kampus belum memberikan prosedur pengajuan keringanan UKT kepada mahasiswa.

Suparman melanjutkan, Mahasiswa yang aksi dikampus menginginkan UKT ditiadakan untuk semester ini, karena pandemi banyak mahasiswa akan cuti karena tidak mampu bayar UKT.

"Kami berharap agar pihak birokrat kampus UIN Mataram meniadakan pembayaran UKT di tengah pendemi ini. Mengingat proses perkuliyahan sejak 15 Maret 2020 sampai saat ini dilakukan dengan cara kuliah dering sehingga kami tidak dapay memggunakan pasilitas kampus yang telah ada. Sementara kami tetap membayar UKT, ketika kami tidak bisa membayar UKT terpaksa kami cuti kuliyah karena tidak ada toleransi dari pihak kampus," tuturnya.

Semantara Itu, Koordinator Lapangan, Hamidi mengungkap agar pimpinan UIN Mataram segera mengeluarkan kebijakan terkait UKT ditengah pandemi.

"Kami Aliansi mahasiswa peduli keadilan UIN mataram mendesak agar pihak kampus untuk memahami hal ini.
Kami juga mendesak supaya pimpinan segera mengeluarkan kebijakan tentang pembebasan UKT," tuturnya.

Hamidi dan para rekannya mengancam akan ada aksi yang lebih besar jika keinginan mereka tidak diindahkan oleh birokrasi kampus.

"Ini hanya permulaan. Apabila tuntutan kami tidak ada respon maupun tidak di penuhi, kami akan melakukan demonstrasi di kampus bersar besaran bersama mahasiswa lainnya," tutupnya.