Kades Sekotong, Peran Media Sangat Penting Untuk Menyalurkan Informasi ke Masyarakat -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Kades Sekotong, Peran Media Sangat Penting Untuk Menyalurkan Informasi ke Masyarakat

10/4/20



Sekotong | Di era digitalisasi saat ini, peran media sangat penting sebagai pendukung untuk kemajuan di berbagai bidang, salah satunya dalam membangun desa butuh dukungan media, entah itu media online, cetak, televisi, sebagai sarana publikasi dan mengakomodir segala informasi terkait program desa.


Peran media dalam membangun desa sangat dirasakan oleh pemerintah desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.


Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Desa Sekotong Tengah,  Lalu Sarappudin, "Dalam Membangun desa, Peran penting media sangat kami rasakan, karena Lewat media kita infokan semua program ke masyarakat,sehingga masyarakat banyak tau", Ungkapnya saat diwawancarai oleh wartawan lombokfokus.com. Ahad, 04/10/2020.


Ia juga mengatakan, selain untuk sosialisasi, media juga sebagai wadah untuk membranding dan mempublikasi segala bentuk produk maupun ikon wisata desa agar dikenal banyak orang.

"Tentunya lewat media produk dan destinasi wisata yang kami punya akan banyak dilirik oleh semua orang, imbasnya sering dapat pujian dari masyarakat terkait kinerja pimdes dan penghargaan dari pemda lombok barat sebagai desa yang paling aktif di media", Tambahnya.


Senada dengan Kades, Sekdes Sekotong Tengah merasakan pengaruh besar dari media terhadap pengetahuan masyarakat tentang program desa.

"Pengaruh media sangat kami rasakan dan tentunya memudahkan kami di pemdes untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat", Ungkapnya.


Menurutnya, Desa tidak boleh alergi terhadap media jika ingin maju di tengah era digitalisasi.

"Di era digital saat ini, jika desa masih alergi terhadap media, saya yakin tidak akan maju", Pungkasnya.


Pemerintah desa memang punya banyak cara untuk menyampaikan informasi agar tepat sasaran, tapi jangan sampai ada kejadian Kades terlibat perdebatan dengan masyarakat di Facebook, karena tidak menggunakan pola yang benar dalam memanfaatkan era digitalisasi. [Red]