Geger! Warga desa Mantang Batukliang Ditemukan Gantung Diri di Dalam Rumahnya -->

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

deskripsi gambar

Geger! Warga desa Mantang Batukliang Ditemukan Gantung Diri di Dalam Rumahnya

12/31/20


Batukliang | Warga Desa Mantang, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah ditemukan meninggal gantung diri di dalam rumah. Kamis, tanggal 31 Desember 2020 sekitar pukul 19.00 wita bertempat di Dusun Otak Dise Bat.


Menurut keterangan Polsek Batukliang Korban, Nama: MARSAN, 38 Tahun,islam,sasak,laki-laki, warga desa setempat.


Menurut Keterangan saksi (Ari) yang merupakan warga setempat menceritakan kronologis kejadian.


"Pada hari Kamis tanggal 31 Desember 2020 sekitar pukul 19.00 wita saksi merasa curiga dengan kondisi rumah korban yang sampai malam hari lampu rumahnya tidak menyala dan posisi pintu gerbang rumahnya terkonci dari dalam,  yang mana sepengetahuan saksi bahwa korban terakhir bertemu dengan saksi tadi malam sekitar pukul 23.00 wita dan korban mengatakan kepada saksi akan beristirahat. hal inilah yang membuat kekhawtiran saksi sehingga setelah selesai melakaksanakan Sholat magrib berupaya mencari keberadaan korban melalui lubang angin/ fentilasi  yang berada dibagian selatan rumah korban dan menggunakan tangga, yang kemudian melihat korban sudah dalam posisi tergantung dengan seutas tali rapia warna hitam pada kayu gunungan/ tiang penyangga rumah korban, melihat kejadian tersebut saksi berupaya mendobrak pintu samping rumah korban dan langsung berupaya menurunkan jenazah korban dengan dibantu warga disekitar lokasi, selanjutnya saksi mengimformasikan kejadian tersebut kepada kadus dan babhinkamtibmas Desa Mantang yang selanjutnya melaporkan ke Piket Pelayanan Polsek Batukliang, yang kemudian Piket Polsek Mendatangi TKP guna melakukan penanganan awal di TKP".


Dari Hasil Olah TKP Kepolisian menyatakan bahwa korban memang murni melakukan gantung diri.


1. Bahwa dari hasil pengecekan di TKP terhadap kondisi jenazah korban  bahwa kejadian tersebut murni karena gantung diri sehingga korban kehabisan oksigen.


2. Bahwa dari hasil pengecekan terhadap  korban terkait dan koordinasi  dengan keluarga korban terkait musibah yang terjadi, dari hasil rembuk keluarga bahwa korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah yang dituangkan dalam pernyataan penolakan Otopsi yang telah ditanda tangani.


3. Bahwa dari hasil serap informasi dari pihak keluarga yang menyampaikan bahwa saat ini memang korban memiliki permasalahan internal dalam keluarga ( istri korban) sehingga istri korban pergi meninggalkan rumah dengan membawa ketiga anaknya dengan maksud untuk menenagkan diri dan hal ini yang membuat korban agak frustasi. 


Selanjutnya pihak kepolisian memasang police line disekitar lokasi kejadian.